Deskripsi
They Say / I Say: The Moves That Matter in Academic Writing
Rahasia “Gerakan” Penting dalam Menulis Akademik
Ditulis oleh Gerald Graff dan Cathy Birkenstein, They Say / I Say adalah salah satu buku academic writing paling berpengaruh dalam dua dekade terakhir. Buku ini populer karena pendekatannya sederhana tapi powerful: menulis itu pada dasarnya adalah percakapan.
Dengan kata lain, tulisan akademik bukan monolog pintar sendirian—melainkan respons terhadap apa yang sudah dikatakan orang lain.
Ide Inti: “They Say” → “I Say”
Konsep utama buku ini sangat praktis:
-
They Say = apa yang orang lain katakan (opini, teori, penelitian)
-
I Say = posisi atau argumen kamu sebagai penulis
Artinya, sebelum menyampaikan pendapat sendiri, kamu perlu menunjukkan konteks percakapan yang sedang berlangsung. Dengan demikian, tulisanmu terasa relevan dan terhubung.
Template yang Bikin Nulis Lebih Mudah
Salah satu hal yang bikin buku ini beda adalah penggunaan templates atau kerangka kalimat siap pakai, seperti:
-
“Many people assume that ___, but I argue that ___.”
-
“While X suggests ___, I contend ___.”
Meskipun terlihat sederhana, template ini membantu mahasiswa menyusun argumen dengan struktur yang jelas. Selain itu, template ini juga mengurangi kebingungan saat mulai menulis.
Fokus pada Argumentasi
Lebih lanjut, buku ini mengajarkan cara:
-
Menyampaikan pendapat orang lain secara adil
-
Menunjukkan persetujuan atau ketidaksetujuan secara sopan
-
Mengantisipasi counterargument
-
Memperjelas posisi sendiri
Dengan demikian, tulisan menjadi lebih dialogis, kritis, dan meyakinkan.
Kenapa Buku Ini Disukai?
Pertama, bahasanya ringan dan tidak terlalu teknis.
Kedua, contoh-contohnya relevan dengan dunia mahasiswa.
Ketiga, pendekatannya membumi—tidak terkesan menggurui.
Akibatnya, banyak dosen menjadikannya buku wajib dalam kelas composition atau academic writing.
Intinya
Secara keseluruhan, They Say / I Say mengajarkan bahwa tulisan akademik yang baik selalu berada dalam “percakapan”. Kamu tidak menulis dalam ruang hampa. Sebaliknya, kamu merespons, menambahkan, atau menantang ide yang sudah ada.
Dan begitu kamu memahami pola ini, menulis esai argumentatif jadi terasa jauh lebih terarah dan percaya diri.
Kalau kamu lagi belajar nulis paper atau skripsi, buku ini bisa jadi semacam GPS argumen—ngasih arah biar nggak nyasar di tengah tulisan.






Ulasan
Belum ada ulasan.